Senin, 27 April 2009

Future : komunitas marginal di malioboro

EMPUK LIMA RIBU KERAS SEPULUH RIBU SAJA


Empuk lima ribu keras sepuluh ribu eits tapi jangan ngeres dulu pikirannya, itulah yang di ungkapkan oleh Sasa salah satu seorang tukang sol sepatu yang berada di emperan kawasan malioboro.

Siapa yang tidak mengenal malioboro hampir semua orang mengenalnya,dibalik ketenaran malioboro ada salah seorang tukang sol sepatu yang tidak kalah fenomenalnya dengan orang tersebut “siapa yang tidak kenal dengan Sasa” ujar laki-laki yang sudah 10 tahun berprofesi sebagai tukang sol sepatu di kawasan malioboro tersebut,Sasa mendapatkan job dari warga sekitataran Malioboro seperti para pedagang dan para karyawan salah satu mal besar di malioboro bahkan tidak sedikit pula para pelancong yang berkunjung menggunakan jasanya untuk sekedar mengelem atau mengesolkan sepatunya disana,biasanya biaya yang di kenakan sesuai dengan jenis bahan baku sepatu tersebut,jika keras dikenakan biaya Rp10.000 dan jika empuk atau sekedar mengelem di kenakan biaya Rp5.000 setiap pasangnya.”Biasanya sehari saya bisa dapat sampai Rp 50.000 itupun jika pada waktu liburan,tetapi kalau sepi ya hanya membawa pulang Rp30.000 saja”ujarnya di sela-sela sedang serius menjahit sepatu seorang ibu yang berasal dari Semarang. Sri Wahyuni mengungkapkan sepatunya terkelupas lemnya karena terinjak pengunjung lain saat berjalan mencari baju batik di emperan malioboro.”sepatu saya terinjak oleh seorang pengunjung yang sedang berjalan,ketika saya melihat sepetu saya ternyata copot,dan tidak jauh di depan saya melihat ada tukang reparasi sepatu,ya langsung saja saya kesana.”demikianyang di ungkapkan wanita 32 tahun terdebut dengan suami dan ke dua anaknya.

Di era resensi Global ini perekonomian sangatlah lesu kisah seorang Sasa yang memiliki nama asli Tugiman harus mencukupi kebutuhan 3 orang anak dan seorang istrinya tersebut,dan ketiga anak Sasa tidak ada yang melanjutkan sekolah yang lebih tinggi hanya sampai SMP saja karena tidak memiliki biaya untuk melanjutkan,sedangkan istri Sasa yang bernama Sarjiem (47) hanya bekerja sebagai tukang pencari rongsokan di daerah Wirobrajan dengan menggunakan sepeda onthel.Tugiman alias Sasa tidak pernah mencicipi bangku sekolah ini sehingga tidak dapat baca tulis ini bercerita tentang bagaimana sulitnya mencari uang sekarang ini karena harus rela menempuh jarak sekitar 30km dari rumahnya di Sewon Bantul demi mencari sesuap nasi untuk keluarganya,sejak umur 17 tahun Sasa belajar mereparasi sepatu ia melihat kakaknya yang notabene berprofesi sama dengannya dan kemudian memberanikan diri untuk mencoba menggeluti di bidang ini dengan berkeliling pada tahun 1978 sampai daeah Jalan Kaliurang km 10 dengan menggunakan sepeda kesayangannya dan peralatan solnya yang ia beli dengan harga Rp750 di toko Liman.Pada tahun 1999 Sasa menetap untuk membuka prakteknya di Malioboro sampai sekarang ia mengungkapkan bahwa sudah semakin tua dan sudah tidak sekuat dulu lagi seperti sewaktu muda dulu ia juga mengungkapkan nasib adiknya bebeda jauh dengannya karena adiknya adalah seorang Polisi yang bertugas di kawasan Gading Alun-alun.

HENDRA KURNIAWAN

153070015

A/IK


Mardiono, Seniman Angklung Malioboro


Biaya hidup yang semakin menjepit, mendorong Mardiono untuk bekerja. Walaupun dengan kondisi fisik kurang, tidak dijadikannya sebagai halangan mencari nafkah sebagai pengamen angklung


Kondisi kebutaan yang dialami sejak dari kecil oleh mardiono(54), tidak menyurutkan dirinya untuk bekerja. Pria yang seharinya berprofesi sebagai pengamen di sekitar Jl Malioboro tepatnya depan Hotel Mutiara.

Permainan angklung yang mahir sekarang ini, ternyata tidak lepas dari peran kakak sepupunya seorang dalang kondang. “ sebelum sepupu saya meninggal, dia sempat mengajarkan saya cara bermain angklung hingga bisa semahir sekarang” jelas Mardioano. “Kemudian setelah beliau meninggal, saya membeli angklung menggunakan uang yang ditinggalkan sepupu saya itu. dengan harga Rp 150000 “ tambah Mardiono.

“Ya Cuma inilah yang bisa saya kerjakan dengan kondisi saya sekarang ini” jelas Mardiono. “ Walaupun begitu saya tetap tidak menyerah, yang penting saya bisa bekerja dan istri bisa makan” tambahnya lagi. Permainan angklung mardiono ternyata menarik perhatian dari para pengunjung Malioboro, terutama para turis asing yang sedang berjalan. “ Di Negara saya, tidak ada alat musik seperti ini yang dimainkan menghasilkan nada merdu “ kata Wallcot (56) turis asal Austri ini. “ Rasanya saya tidak pengan pulang, ingin berlama – lama mendengar bapak ini bermain angklung” tambah Albert turis asal Jerman

Bicara soal pengalaman selama mengamen, Bapak yang belum memiliki anak ini mengatakan “ saya pernah diusir oleh petugas hotel, karena menurut mereka saya sudah mengganggu kenyamanan pengunjung hotel tersebut”. “ Padahal saya kan cuma berada di luar hotel, mungkin karena mereka lihat kalau saya ini buta makanya mereka memandang rendah saya” kata mardiono.

Pria yang bertempat tingga di minggiran ini waktu ditanya bagaimana dirinya datang setiap harinya kesini, Mardiono menjawab sambil tertawa “ pasti pada bertanya bagaiman orang buta bisa kesisni tiap hari tuk mengamen,haha…”.“saya kesini diantar sama tetangga menggunakan becak setiap jam 9 pagi, begitu juga pulangnya saya dijemput lagi” jelas mardiono. Bila bicara soal penghasilan Mardiono mengatakan “ tidak ada pendapatan tetap bagi pengamen apalagi orang buta seperti saya, kadang cukup buat makan bahkan kadang tidak dapat sama sekali” jelasnya. “untung saja istri saya juga bekerja, jadi sedikit bisa meringankan biaya hidup kami” tambah mardiono.

Beliau juga menambahkan “ saya pengen semua orang bisa seperti saya untuk rajin berusaha, jangan jadikan kondisi cacat alasan” setidaknya itu pesan Mardiono sembari menyudahi percakapannya.

INDRA PUJO PRASETIA

153070007

A/IK


PERJUANGAN HIDUP SEORANG KAKEK


Orang yang memasuki masa senja seharusnya beristirahat dan menikmati hidup bersama anak cucu. Namun, lain halnya dengan Arjo. Kakek berusia 80 tahun ini masih terus mengadu nasib di jalanan mengais lembaran rupiah.

Di tengah panas terik, Arjo menyusuri jalan-jalan di kawasan Malioboro menjajakan mebel kayu buatannya. Ia menarik sebuah gerobak yang memua dipan, meja, kursi, dan lincak. Jalannya masih kokoh, tak terlihat tanda-tanda keletihan di wajahnya

Arjo menjual dipan dan meja seharga Rp 200.000, sedangkan lincak Rp 250.000. jika semua mebel terjual ia bias mengantungi Rp 800.000. menurut ayah 2 anak ini, untung yang didapat minim, maksimal hanya Rp 20.000 untuk satu perabot. “Harga kayu sekarang mahal. Uang yang saya bawa pulang dijadikan modal untuk membeli kayu jati dan ahoni, serta ongkos gergaji, setelah itu saya kerjakan pembuatan mebel sendiri, karena ongkos tukang mahal.” ujarnya.

Saat tak berjualan, ia juga nyambi bertani menanam padi, kacang dan palawija. Ia menanam selama 10 hari, selanjutnya tanaman diurus istrinya. “Tani itu hanya nyamben, tak bias diandalkan, hasilnya hanya untuk makan. Pekerjaan utama saya tetap membuat dan menjual mebel,” kata Arjo sembari menambahkan, ia telah melakoni pekerjaan ini sejak zaman penjajahan Jepang.

Kendati berat, ia mengaku menikmati pekerjaannya. Ia tak mau menggantungkan hidupnya pada keempat anaknya yang semua telah berkeluarga.”Saya tak mau membebani mereka atau mengiba pada orang lain. Saya senang bekerja, mungkin itu sebabnya tubuh saya selalu sehat, sementara orang-orang seusia saya lemah dan sakit-sakitan,” tuturnya bangga.

(Wilujeng Kurniari/153070040)



Sri Hartuti, Ibu rumah tangga dan tulang punggung keluarga


Sri Hartuti seorang ibu rumah tangga yang merangkap sebagai tulang punggung keluarga setelah suaminya tidak mampu untuk bekerja lagi.

Himpitan ekonomi tak membuat Ibu Sri Hartuti merasa kesuasahan, selama dirinya masih sanggup untuk bekerja apapun dilakoni. Umur yang sudah menginjak tua tak membuat ibu dua anak ini merasa lelah dalam mencari sesuap nasi. Suami yang harusnya menjadi tulang punggung keluarga kini hanya bisa duduk dirumah menunggunya pulang kerja. Raut wajah ibu berumur 48 tahun itu telah menampakkan kerutan tapi semangat bekerja tetap ada dalam dirinya.

Anak pertama Ibu Sri Hartuti berumur 19 tahun, setelah lulus SMA dia bekerja disebuah toko dan gajinya hanya cukup untuk keperluan sehari-hari dia. Sedangkan anak keduanya masih duduk di bangku SMP kelas satu dan masih membutuhkan banyak biaya. Beban hidup yang ditanggung Sri Hartuti tak pernah membuatnya mengeluh. Dia bekerja untuk biaya hidup keluarga dan biaya sekloah anak keduanya.

Wanita paruh baya ini bekerja sebagai pedagang es degan keliling disekitar beteng Vredeburg. Dirinya mulai bekerja dari jam 08.00 – 18.00 WIB dengan pendapatan kurang lebih Rp. 30.000 per hari. Sebelum akhirnya memutuskan untuk berjualan, wanita yang ditinggal di kadipaten kulon ini mengaku bahwa pernah bekerja di sebuah rumah sebagai PERATURAN selama hampir 5 tahun tapi dia harus mengalami nasib menjadi buruh, dikeluarkan dengan tidak digaji selama 2 bulan karena dituduh mencuri oleh majikannya. “Meskipun pendapatan sehari cuma sedikit, yang penting cukup untuk makan dan bisa membiayai sekolah anak-anak” Ungkap Sri Harstuti di akhir wawancara.

Viona arliasari/ 153070012


Selasa, 10 Maret 2009

HARD NEWS : Penulisan Seminar

“Jangan Tonton Infotainment..!!!”


BABARSARI,YOGYAKARTA-“Jangan tonton infotaiment…!!”Demikian diungkapkan Ketua Komisi Penyiaran Pusat(KPI) Sasa Djuarsa Sendjaja pada saat mengisi salah satu serangkaian acara Communication Freak 2009,Selasa(10/3). Acara yang diselenggarakan di Ruang Seminar UPN Veteran Babarsari ini tidak hanya mengundang narasumber dari pihak KPI Pusat,Erika Andrinani(Ex-Produser Pelaksana Silet RCTI) serta Raldy Doy(Corporate Communication TVOne)pun ikut serta sebagai pembicara pada Talk Show yang bertajuk”Jurnalisme Infotainment:Berita atau sekedar Hiburan semata”.Acara Talk Show yang dimulai dari pukul 10.00-13.30 ini memaparkan tentang sudut pandang KPI,pihak pelaksana Infotainment serta insan pertelevisian Indonesia akan jati diri serta fenomena acara Infotainment yang makin hari makin kontroversial keberadaanya.”Infotainment itu mencerdaskan kok,bukan Stupid program”demikian Erika menjawab pertanyaan dari salah satu peserta yang hadir.Selanjutnya Raldy memaparkan tentang Infontaiment dilihat dari dramatisasi berita serta kebutuhannya,selain itu Raldy juga membagi-bagikan souvenir sebelum menutup rangkaian acara serta berpesan ”Keberadaan Infotainment serta kontrol televisi tergantung dari ratting masyarakat yang melihat acara tersebut”sebagai kesimpulan dari acara Talk Show siang tadi.

Edhar Wali Masrizal – 153070048

COMUNICATION FREAC UPN YOGYAKARTA
SUARA INFOTAIMENT

Erika Andriyani menjelaskan infotaiment merupakan wadah untuk mencerdaskan kok,bukan Stupid program,namun pandangan lain di ungkapkan oleh Djuarsa Sendjaja, bahwa jangan menonton infotaiment. raldy doy mengungkapkan Keberadaan Infotainment serta kontrol televisi tergantung dari ratting masyarakat yang melihat acara tersebut. ketiganya bersuara dalam acara comunication freak dengan judul jurnalisme infotaiment.

Selasa (10/3)-" Infotaiment mencerdaskan!!" demikian ungkapan dari Erika Andriyani selaku exkproduser program infotaiment SILET, saat mengisi acara comunication freak 2009 di kampus UPN "Veteran" Yogyakarta. infotaiment berkembang berdasarkan nilai ratting, semakin tinggi ratting semakin berkembang infotaiment. "orang yang menkonsumsi infotaiment merupakan orang-orang yang ada dikalangan bawah dengan penghasilan yang kurang dari 4juta,seperti babu,pembantu", hasil Riset dari AGB Nelson. selebihnya keprifasian seseorang selalu dibawa dalam infotaiment, kehidupan orang-orang ternama terkadang menjadi konsumsi publik. Namun banyak juga dari orang-orang ternama terutama para entertaiment, selalu membawa infotaiment sebagai ajang untuk mempopularitaskan. Dalam acara comunication freak mengambil judul "juranlisme infotaiment", tersebut tidak hanya mendatangkan Erika Andriyani, ada juga dari pihak Corporate Communication TVOne Raldy Doy, dan Komisi Penyiaran Pusat(KPI) Sasa Djuarsa Sendjaja. "Keberadaan Infotainment serta kontrol televisi tergantung dari ratting masyarakat yang melihat acara tersebut” ungkap Raldy Doy. disisi lain KPi menyuarakan Jangan tonton infotaiment.

WIWIT HAYATI-153070041

Erika : Infotainment Bukan Stupid Program

Erika mengatakan bahwa infotainment bukan tayangan stupid program. Namun keberadaannya ialah sebagai acara mendidik

BABARSARI,YOGYAKARTA- Dalam kesempatann disebuah acara Communication Freak 2009, yang diselenggarakan di Ruang Seminar UPN Veteran Babarsari Selasa(10/3). Ex-produser program infotainment silet RCTI Erika Andrinani mengatakan bahwa infotainment bukan sebuah tayangan yang stupid program. Keberadaannya lebih kepada acara yang mendidik, karena dengan melihat tayangan ini kita akan lebih mengetahui sisi keseharian dari selebitis itu sendiri. Lebih lanjut Erika menambahkan alasan kenapa infotainment dianggap program yang mendidik. Hal Ini dikarenakan Sikap selebritis yang baik bisa ditiru sedangkan yang tidak, bisa ditinggalkan. Sikap para selebritis ini, cenderung menjadi sajian yang selalu dicari penikmat infotainment setiap harinya. Pada acara yang sama, Ketua Komisi Penyiaran Pusat(KPI) Sasa Djuarsa Sendjaja menghimbau agar para pemirsa untuk tidak menonton program ini. Karena sama sekali tidak bermanfaat, alias tidak mendidik. Untuk itu dengan berkurangnya pemirsa yang menonton infotainment, maka kebanyakan program ini kan berkurang bahkan ditiadakan. “Akan lebih baik bila acara yang ditayangkan berupa berita, karena jelas acara yang mendidik dan memberikan pengetahuan” Sasa Djuarsa menambahkan.

Indra Pujo Prasetia - 153070007

Seminar ”Jurnalisme Infotainment”di UPN

Pada acara Comunication Freak yang di adakan oleh anak ilmu komunikasi UPN V Yk pada selasa 10 maret 2008 di ruang seminar lantai 3 mengulas tentang “Jurnalisme Infotainment”yang mempersoalkan masuk kedalam kategori berita atau hanya hiburan semata.seperti yang di ungkapkan oleh Erika Andriani yang merupakan mantan prodeser pelaksana program silet di RCTI bahwa infotainment dapat mencerdaskan dan dibagi kedalam 2 kategori yaitu berbasis varian(masa) dan bebasis indeks(investasi)dan Erika juga menyebutkan bahwa infotainment berkembang karena rating atau jumlah pemirsa yang menyaksikan tak hanya itu seminar tersebut juga turut mengundang Ketua Komisi Penyiaran Pusat (KPI) Sasa Djuarsa yang menyebutkan untuk tidak menonton infotainment karena sama sekali tidak mendidik.hal itu langsung di tanggapi oleh Erika ketika salah satu peserta bertanya kepadanya dengan jawaban “Infotainment itu mencerdaskan kok,bukan Stupid program”Tak ketinggalan pula dengan hadirnya Raldy Doy (Corporate Communication TVOne) untuk memaparkan tentang kontroversialnya keberadaan infotainment menurut sudut pandang KPI,pelaksana program infotainment serta penikmat pertelevisian di Indonesia tentang jati diri dan fenomena program acara tersebut. Infontaiment dilihat dari dramatisasi berita serta kebutuhannya itu lah yang di paparkan oleh Raldy dalam seminar tersebut.

Hendra Kurniawan-153070015

Senin, 23 Februari 2009

SOFT NEWS : Tugas Penulisan Berita II

PILKADES CONDONG CATUR


Marsudi Menang

CONDONG CATUR DEPOK SLEMAN- Marsudi, SH berhasil memenangkan pemilihan kepala desa, total suara yang berhasil dikantongi sebesar 6.782 dari 60 TPS yang tersebar. Setelah bersaing ketat dengan kelima calon kepala desa yang lain. Saingan terberat Marsudi, SH, Sugeng Rusmigiarti,Spd satu-satunya Calon wanita, beliau memperoleh total suara sebesar 4.063. Keempat calon yang lain memperoleh suara yang tidak berbeda jauh hanya dengan perbedaan berapa puluh suara. Seperti R.Sumarjo memperoleh suara 2.070, Drs.Endra Wahyana memperoleh suara 1.782, tidak jauh beda dengan perolehan hasil suara dari Langgeng Saharja 1.264 suara.

Penghitungan suara berlangsung di balaidesa condong catur dengan pengawasan ketat dari aparat . Penghitungan suara berakhir sekita pukul 16.30 WIB. Penghitungan di lakukan secara manual dan digital dengan menggunakan media komputer. jumlah pemilih 17.937 penduduk, angka suara tidak sah mencapai 800 suara.


Wiwit Hayati - 153070041



Kampus Kotor, Mahasiswa Tutup Mata

Siapa yang tidak tahu dengan kampus, sebuah tempat yang dijadikan mahasiswa untuk melakukan kegiatan perkuliahan setiap harinya. Tentu saja akan lebih menambah semangat mahasiswa untuk melakukan kegiatan belajar dan mencari ilmu, bila kebersihan kampus itu sendiri selalu terjaga dengan baik. Pemandangan yang terbalik dari kenyataan dan cukup dikatakan ironis, ternyata di Kampus II UPN “Veteran” terutama jurusan ilmu komunikasi ini masih kita temukan sampah yang mengganggu kebersihan antaranya punting rokok, bungkus permen yang berserakan di sudut kampus.



Potret buram ini sepertinya sudah biasa bagi mahasiswa jurusan ilmu komunikasi UPN “Veteran”, buktinya mereka terlihat tidak peduli dengan keadaan kampus yang kurang bersih. “tugas kami kan Cuma kuliah” celetuk seorang mahasiswi, Jasmin(19). Hal yang sama juga dikatakan Kurniawan(21) “ Kebersihan sudah ada yang mengurusi, jadi mahasiswa tidak perlu ikut-ikutan” yang waktu ditemui sedang bersantai di tangga lobby bersama temannya Tyo(20) “ untuk apa ikut mikirin soal kebersihan, toh sudah bayar mahal-mahal” jelas tyo. "Memang benar yang bertugas dan bertanggung jawab soal kebersihan kampus itu ialah petugas cleaning service kampus, namun alangkah baiknya bila semua pihak bekerja sama termasuk mahasiswa itu sendiri" kata rika menjelaskan.


Indra Pujo Prasetia – 153070007


Dosen Telat Mahasiswa Kecewa

Dosen adalah seorang yang di “contoh”oleh para mahasiswanya mungkin itu sebutan yang pas bagi seorang dosen.tetepi tidak demikian yang terjadi di UPN V YK khususnya di Fakultas Ilmu Sosial Politik Jurusan Ilmu Komunikasi,dikarenakan banyak dosen yang tidak bertanggung jawab dan tidak baik untuk di contoh

Salah seorang mahasiswa ilmu komunikasi yang bernama bayu mengutarakan kekecewaannya terhadap kinerja dosen ilmu komunikasi Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Yogyakarta yang tidak sesuai dengan kontrak perkuliahan yang telah di setujui oleh mahasiswa dan dosen yang bersangkutan,dikarenakan salah seorang dosen datang terlambat hampir 30 menit.yang seharusnya dalam kontrak perkuliahan kuliah di mulai pukul 08.00 tetapi dosen tersebut datang pukul 08.30 dan kuliah hanya di ikuti oleh beberapa mahasiswa saja dikarenakan sebagian mahasiswa pulang karena kecewa dengan dosen tersebut.Bayu membenarkan mahasiswa yang pulang di karenakan dalam kontrak perkuliahan hanya ada waktu 15 menit untuk menunggu dosen masuk kelas jika lebih dari it dan tanpa ada keterangan dari dosen tersebut maka kuliah di tiadakan begitu juga berlaku dengan mahasiswa dengan di beri waktu yang sama jika melewati waktu tersebut mahasiswa yang datang tidak boleh mengikuti perkuliahan.

Menurut dosen tersebut menjelaskan kenapa datang terlambat dikarenakan bangun yang kesiangan.Apakah itu yang harus di contoh oleh para mahasiswa ungkapan dari para mahasiswa setelah kuliah berakhir dengan muka kekecewaan terhadap dosen tersebut yang terlambat hanya gara-gara bangun yang kesiangan tanpa adanya penjelasan kenapa bisa bangun kesiangan.Dengan kejadian tersebut hanya sekitar 20 mahasiswa saja yang mengikuti perkuliahan tersebut dari jumlah 50 mahasiswa dalam mata kuliah tersebut.


Hendra Kurniawan – 153070015


Parkir UPN Semwarut, Pihak Kampus Tutup Mulut

Penuh sesak dan padat itulah gambaran umum situasi area parkir di UPN Fisip Babarsari. Sepertinya jumlah kendaraan sepeda motor tidak sebanding dengan space parkir yang di sediakan oleh pihak kampus, apalagi tidak ada lahan parkir yang di khususkan untuk dosen, karyawan dan mahasiswa. Belum lagi dengan masalah keamanan lingkunganparkir yang masih sering terjadinya kehilangan helm, jaket dan asesoris motor. Dikarenakan minimnya pengawasan dari pihak keamanan kampus.
Apakah tidak ada kebijakan untuk lebih memberikan rasa aman dan nyaman dalam masalah parkir dari pihak kampus sendiri??. Salah satu korban dari ketidaksiagaan keamanan kampus.adalah Hendra mahasisiwa salah satu korban dengan kehilangan helm .Perasaan kecewa akan kehilangan menyebabkan kebencian Hendra terhadap pihak keamanan akibat pihak keamanan kampus yang tidak bisa mempertanggungjawabkan kehilangan helm tersebut. Belum lagi masalah penunjukan STNK setiap motor yang akan keluar dasi area parkir, jika mahasiwa tidak membawa STNK,harusnya menunjukan KTM. Namun jika mahasiswi atau orang yang dekat dengan pihak keamanan kampus tidak perlu dimintai untuk menunjukan STNK. Langsung dipersilakan keluar dari area parkir

Edhar Wali Masrizal - 153070048


‘Skateboard’ Ajang Kreasi Anak Muda

Banyak anak muda kota Yogya menghabiskan waktu luang mereka dengan sekedar nongkrong dan segala macamnya, masih ada kelompok yang mampu berekspresi dalam bidang olahraga. Akan tetapi keinginan mereka untuk tetap eksis di dunia skate kurang mendapat dukungan dari orang tua maupun pemerintah.

“Keluarga sama sekali nggak dukung kegiatanku yang seperti ini. Mereka sering bilang kalau maen skate itu resikonya tinggi banget dan biaya perlengkapannya juga mahal. Paling aku main skate 1 kali seminggu,” ujar Ridwan Kurniawan yang kuliah di AMIKOM jurusan TI ini.

Hampir setiap malam mereka pergi ke Jalan Wiratama Tegalrejo untuk memulai aksi-aksi mereka dengan papan skate. Hamper 5 jam mereka memperlihatkan kebolehan mereka setiap malamnya.

Berbeda dengan Ridwan, pemuda ini mempunyai semangat juang yang tinggi. “Berhenti? Nggak akan. Aku enggak akan berhenti buat maen skate.” Ucap Valentine Remon dengan suara lantang.

Begitu banyak harapan mereka terhadap pemerintah sehubungan belum diakuinya olahraga ini.

“Aku pengen pemerintah membuatkan skatepark di kota ini. Selain itu aku juga berharap diakuinya skate ini untuk jadi Olahraga Nasional.” ujar Septa Aristyawan.

(Wilujeng Kurniari/153070040)



LIBUR AKHIR PEKAN, PENGUNJUNG WGM MELONJAK


Jumlah pengunjung pada libur akhir pekan di WGM (Waduk Gajah Mungkur) melonjak dibandingkan hari-hari biasa. Sejumlah pengunjung kebanyakan berasal dari luar daerah. Mereka menikmati liburan bersama keluarga dan kerabat dengan menaiki kapal. Ada juga wisata local dari wilayah Soloraya.

Menurut Slamet, petugas karas di wisata WGM pada hari Minggu pengunjung WGM lebih banyak dibandingkan hari biasanya jumlah pengunjung pada hari itu diperkirakan sekitar 700-800 orang. “Puncak lonjakan pengunjung terjadi pada akhir pekan. Biasanya tidak hanya pengunjung lokal namun tidak sedikit pengunjung dari Pacitan dan Ponorogo” ujarnya

Dia menambahkan tidak hanya wisata air dengan menggunakan kapal yang ditawarkan, pihaknya juga menyediakan fasilitas lainnya seperti sepeda air menurutnya pengunjung dapat mengitari teluk dengan sepeda air.


Viona Arliasari - 153070012

Senin, 16 Februari 2009

ALL aboUT neWS....

Berita:Laporan tercepat mengenai fakta atau ide terbaru yang benar menarik dan yang benar dan atau penting bagi sebagian besar khalayak melalui media berkala seperti surat kabar,radio,TV atau media on line internet.

Klasifikasi berita:· Hard news ( berita berat )

Menunjuk pada peristiwa yang mengguncangkan dan menyita perhatian seperti kebakaran, gempa bumi, kerusuhan.

· Soft news ( berita ringan )

Menunjuk pada peristiwa yang lebih bertumpu pada unsure-unsur ketertarikan peristiwa yang lebih bertumpu pada unsure-unsur ketrtarikan manusiawi seperti peristiwa pesta penikahan bintang film.



Materi isi berita:

· Berita pernyataan pandapat, idea tau gagasan ( talking news )

· Berita ekonomi ( economic news )

· Berita keuangan ( financial news )

· Berita politik

· Berita sosial

· Berita pendidikan

· Berita hukum

· Berita olahraga

· Berita criminal

· Berita bencana dan tragedy

· Berita perang

· Berita ilmiah

· Berita hiburan

· Berita aspek-aspek ketertarikan manusiawi



Jenis-jenis berita:

· Straight news: laporan langsung mengenai suatu peristiwa

· Depth news report: reporter menghimpun informasi dengan fakta-fakta mengenai peristiwa iru sendiri sebagai informasi tambahan untuk peristiwa tersebut.

· Comprehensive news: laporan tentang fakta yang bersifat menyeluruh ditinjau dari berbagai aspek.

· Interpretative: memfokuskan sebuah isu masalah.

· Feature story: penulis mencari fakta untuk menarik perhatian pembaca.

· Depth reporting: pelaporan jurnalistik yang bersifat mendalam, tajam, lengkap dan utuh tentang suatu peristiwa fenomenal atau actual.

· Investigative reporting : hal-hal tidakjauh berbeda dengan laporan interpretative.

· Editorial writing: pikiran sebuah intitusi yang di uji di depan siding pendapat umum.



Konsep berita:

· Berita sebagai laporan cepat

· Berita sebagai rekaman

· Berita sebagai fakta

· Berita sebagai objektif i

· Berita sebagai interpretasi

· Berita sebagai sensasi

· Berita sebagai minat insane

· Berita sebagai ramalan

· Berita sebagai gambar



Kriteria umum nilai berita

· Keluar biasaan ( unusualness )

· Kebaruan ( new ness )

· Akibat ( impack )

· Actual ( timeliness )

· Kedekatan ( proximity )

· Informasi ( information )

· Konflik ( conflict )

· Orang penting ( prominence )

· Ketertarikan manusiawi ( human interest )

· Kejutan ( suprising )

· Seks (sex )


Bagaimana berita diperoleh?

· Berita diduga melalui meeting.

· Berita tak diduga melalui hunting.


ZUKkY_LoPErS aRE:

1.Indra Pujo Prasetiya (153070007)

2.Viona Arliasari (153070012)

2.Hendra Kurniawan (153070015)

3.Wilujeng Kurniari (153070040)

4.Wiwit Hayati (153070041)

5.Edhar Wali Masrizal (153070048)